Senin, 24 Maret 2014


SAVE BORNEO
Oleh : Tursina Ayun Sundari


Pulauku yang malang
Isi perutmu dikeruk habis demi mengisi kantong yang bocor

Darahmu dihisap habis oleh benalu pencetak rupiah
Urat nadimu dicincang halus untuk dimakan manusia yang rakus

Bola matamu dicongkel paksa sebagai pajangan
Kau dimutilasi hanya karena selembar kertas bermaterai dengan tanda tangan di atasnya

Napasmu sesak dan kau mulai berhalusinasi
Aku tau kau sedang sekarat

Lihat! Malaikat maut sepertinya sudah tak sabar untuk memisahkan nyawa dari ragamu

Yogyakarta, 23 februari 2014